Banyak masyarakat menduga pemerintah Anti Kritik, Hingga spanduk penyampaian suara rakyat dicopot oknum tidak dikenal

0 2.867

Pelalawan, Riau.tintarakyat.com–

Spanduk itu di copot oleh “oknum tidak dikenal” demikian ungkapan salah satu warga pasmod, ketika spanduk itu di buka paksa pada waktu adzan Isya. 29/7/2022.

Setelah pelepasan spanduk “ungkapan kekecewaan terhadap pemerintah” yg di pajang di pasar modern sorek satu tempo hari,

Rombongan Ketua dan Anggota DPRD kab Pelalawan di “Hentikan” di depan Pasar Modern oleh kawan2 Muda dari 
Komunitas Seniman Bergerak, Genppari Pkl Kuras, GAS, berikut tokoh-tokoh masyarakat yg Tua dan yg Muda untuk berdiskusi dan tukar pendapat.

Dalam pertemuan dadakan tersebut, 
Taufik akbar (gitaris Hulubalang Kucing Itam, selaku ketua komunitas Seniman Bergerak)
Langsung menyampaikan beberapa hal terkait

“Pencopotan spanduk” dan “kekecewaan mendalam terhadap kinerja pemerintah terkait dalam urusan penyelesaian Pasar modern ini.

“Sebetulnya kami termasuk orang yg “tidak mau tau” tentang bagaimana berantakannya perkara administrasi pasar modern ini di tangan Pemerintah dan dinas-dinas terkait”.

Untuk itulah kami meminta dengan wajah menunduk dan dengan merendahkan diri, agar pemerintah berupaya lebih serius dan betul-betul berniat untuk ” Membuka pasar ini.

Sadar atau tidak, Kecerdasan pemerintah di mata masyarakat, teruji lewat kasus pasar modern ini. Bisa atau tidaknya pemerintah menyelesaikan kasus ini akan jadi tolak ukur nantinya.

Berbagai asumsi yg timbul di kalangan bawah membicarakan Pemerintah
Bahkan kadang terasa pedas. Untuk itulah Taufik dan kawan2 memasang spanduk tersebut. Agar meredam gejolak2 yg ada, karna masyarakat merasa kekecewaan mereka terwakili lewat spanduk spanduk tersebut.

Sayang sekali spanduk itu di lepas paksa oleh oknum tak dikenal, “Sangat Disayangkan, jutru karna “Aksi Pencopotan spanduk ” tersebut malah mendatangkan dugaan buruk dari berbagai kalangan ditengah masyarakat,sehingga banyak orang menganggap Pemerintah kita yang Anti Kritik”.

Taufik menambahkan,“Jika seniman berbunyi, senyap sunyi menjadi birahi. Dan apabila Seniman sudah Bergejolak itu tanda negeri sedang dilanda ombak”

Tokoh masyarakat Bapak Abdul Kudus dan Bapak Zamzami juga menyampaikan hal senada, keresahan dari elemen terbawah (masyarakat) tentang pasar ini, makin hari makin memuncak.

Dan tujuan anak-anak muda seni dan genpari memasang spanduk tersebut adalah berupa ungkapan, desakan dan kejujuran atas apa yg di rasakan masyarakat sorek.

“Kami hanya mampu berharap, karna wewenang ada di tangan dinas terkait (pemerintah). ini dijanjikan akan buka agustus 2021, tapi nyatanya sampai agustus 2022, masih belum terlaksana bagaimana semstinya” ungkap H.Zamzami.

Ketua DPRD pun menyambut baik aspirasi berbagai kalangan ini. Beliau bersama kawan-kawan dewan berjanji akan mengupayakan semaksimal mungkin persoalan ini dengan step-step sesuai fungsi DPRD.

Slide ADS

20210620_200827
20210620_200608
20210620_200950
20210620_193725 (1)
20210620_200858
20210620_200827 20210620_200608 20210620_200950 20210620_193725 (1) 20210620_200858

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!